Minggu, 13 Desember 2020

Kiranamu

Apakah itu 
Suara degubku sendiri 
Yang nyaring terdengar 
Saat kusebut namamu lirih 
 Apakah itu 
Detak jantungku sendiri 
Yang goncang 
 Saat kucumbu rindumu sepi 
 Apakah itu 
Apakah seakbar itu kau di dalam aku yang repih?

Sabtu, 14 November 2020

Cerpen Percakapan Sebelum Subuh

 

tersiar di Detik.com pada Ahad, 12 Juli 2020


“Bagus tidak?”

            Kupandangi gambar sketsa, sebuah payung berwarna biru yang tergeletak di sudut. Mungkin di sudut ruang, atau di sudut musim yang jari-jari hujan dipatahkan terik kehidupan.

            “Bagus.” Jawabku singkat sembari menyeruput kopi. Kebiasaan ngopi yang tertular darinya, dia yang mengirim gambar payung itu. Ya, kami berbicara di sebuah aplikasi perpesanan. Aplikasi yang meringkus jarak, aku di bagian Barat dan dia di Timur Indonesia.

Senin, 12 Oktober 2020

Romansa

 

Pagi yang Romansa. Menguar aroma bunga yang kau kirim lewat surat, tiga purnama lalu.

Kausapa aku dengan Juli.

Juli, seharusnya menjadi bagian dari lirik-lirik lagu Romansa.

Kupikir, itu hanya sepotong kalimat yang kosong, tetapi, membacanya sekali lagi membuatku mengerti. Itu seperti balasan dari kabar-kabar yang kulayangkan waktu sebelumnya. Pasti, pasti ada yang kau titipkan pada pesan pembuka itu.

Berdebar ku-google Romansa. 

Kupungut tiap liriknya. 

Kumasukkan ke dalam botol-botol. 

Kubuka tutupnya dan kuhidu jika sedang rindu. 



Sabtu, 25 Juli 2020

Sapu Tangan yang Membungkus Doa



Selembar sapu tangan itu tak mudah kepam. 
Meski ia disulam oleh manik-manik air mata yang jatuh dan mengeras di jendela, mengetuk-ngetuk salam kepada atmamu yang setia di dalam perjanjian & persaksian 
; Menjadi budak, ialah menebas hendak-hendak,
Dan kau bungkus lagi rasa yang tak pernah terucap itu ke dalam selembar sapu tangan yang kau pinjam dari dia. 
Dia yang merajutnya dengan air mata kemudian ditabahkan oleh bait-bait puisi Pak Sapardi yang abadi.


-enam hari setelah 'orangtua' itu pergi dan kaca jendela yang berembun tetap melukis kamu.

Minggu, 12 Juli 2020

Ada



Bicaraku padamu
Lewat lagu
Juga puisi
Serta  doa-doa. 
kusenandungkan 
kutulis
kutumpangkan di udara
diarak awan-awan 
dikawal sayap-sayap semerbak kasturi 
kata penyair, 
ada manusia yang abadi di dalam rasa, namun sulit bertatap mata.
Jangan bilang itu kita
Jangan sebut itu kita
Bagaimana mungkin kita sulit bertatap, jika biasmu menyepuh semesta?

Selasa, 30 Juni 2020

Menutup Juni

Foto Andiahzahroh


Juni tumbuh sekurus batang daun kupu-kupu
rentan patah oleh sapu-sapuan angin rindu
kecuali akarmu tangguh
biar diserapnya saja satu kata yang tadi telanjur kau ucapkan itu