Minggu, 24 Maret 2019

Pamit


“Tumben pamit?”

“Kan udah dibilang biar nggak nyariin.”

“Siapa bilang aku bakal nyariin?”

Kau melotot, merapatkan gigi, “Oh ok, awas ya.”

Selasa, 29 Januari 2019

Sajak Kecil


Tiga Sajak Kecil dari Pak Sapardi
untuk kamu.

/1/
bayang-bayang hanya berhak setia
menyusur partitur ganjil
suaranya angin tumbang

Minggu, 27 Januari 2019

Selamat Datang

Bergelayut manja
Serupa anak burung ditopang dahan kokoh, diayun senja
Terbuai irama dalam nada-nada kesyahduan jiwa
Setelah ditimang cinta berbilang purnama

Engkau yang datang dalam ruang tiada tepi
Histeria pertemuan menumbuk alegori
Dibenamkan wajah lusuhnya di bidang dadamu yang sehangat mentari pagi
Menjeda masa, menikmati tiap desir halus dalam hati, tanpa diksi

Dan fajar mengharuskan engkau pergi
Meninggalkan pucuk-pucuk kasih
Yang tetap semi di musim gugur
Tetap hangat di badai musim dingin

Jejak-jejaknya akan meninggalkan waktu
Berlipat-lipat
Namun doanya tetap
; Di depan akan terbuka lembar yang ada gambar
Dua sukma yang kemarin menjerit demi mengoyak kesunyian
Dipertemukan
Menyeka gurat-gurat keletihan
Membasuh rintih-rintih kerinduan
Mengekalkan kasihsayang
Dalam perahu mayang sang Rahman.



Pixabay


270119, ketika kau datang...

Kamis, 17 Januari 2019

The Gift, Turki & Keberhasilan Terbesar Orangtua


Pertolongan Allah itu lebih banyak terasa indahnya pada tahap demi tahap proses menuju apapun yang kita mohonkan untuk Dia tolong. Termasuk, keindahan proses pemahaman terhadap satu episode 'Turki" seperti di bawah ini... 
  
Rancangan Pendidikan Tinggi di Turki

Oktober tahun lalu saat Ririn ulangtahun, selain mendapat ucapan-ucapan dari Eropa dan Turki, Ririn juga mendapat ucapan dari Madinah.


“Ririn, belajar yang rajin agar nanti bisa melanjutkan ke Madinah.”

Kamis, 03 Januari 2019

Januari Berseri


Jika pernah kau perhatikan,  sebuah wadah yang terisi penuh oleh benda-benda berat,  mungkin saja itu batu.  Tumpukan batu itu memenuhi wadah,  berjejalan dan menyesaki.  Ketika batu-batu itu dikeluarkan,  wadah itu menjadi lega. Walau tertinggal bekas -gurat, lecet- di dalamnya,  itu sungguh tak mengapa.  Wadah itu hanya perlu sedikit waktu,  juga sentuhan,  dan segalanya akan kembali seperti sedia kala. 

Begitulah dia.  Hatinya.  Berhari-hari lalu sungguh penuh sesak oleh segala tentangmu.  Perasaan-perasaannya,  perkiraan-perkiraannya.  Dia sungguh ingin mengakhiri itu.  Dia sungguh memohon pada tuhannya memiliki hati yang selesai. Tapi bagaimanalah ia menyelesaikan ini.  Bagaimana ia mengeluarkan bayanganmu dari hatinya? 

Minggu, 16 Desember 2018

Pesan-pesan yang Terselip


Kemarin, aku menemukan permohonan kepergianmu yang terselip di antara rerimbun kata duka atas goncangnya sebuah perahu dakwah. Ingatlah Hari Itu. Ya, aku sudah membaca itu pada hari ketika kutahu kau pergi. Betapa bodohnya aku yang tak bisa mengenali bibit-bibit perpisahan di belantara duka aksara yang kau tulis.

Minggu, 26 Agustus 2018

The Path


Dia nyaris tenggelam tadi malam.
Benda-benda terlihat berjatuhan, dimensinya menghitam.
Ada beberapa kunang-kunang, terbang tinggi.
Kerlipnya sedikit menerangi.
Benda-benda yang jatuh, menghimpit dadanya. Membanting perutnya.
Dia terbatuk, pendek-pendek tapi dalam, seolah hendak mencerabut semua apa yang ada di rongga dada.
Sesak. Berputar-putar.